Blog EntryMemulai Hidup Baru (2)Mar 7, '07 8:24 PM
for everyone
Sehari setelah kesepakatan antara orang tua dengan camer, akhirnya aku harus berangkat ke Jakarta meneruskan pekerjaanku di Maghfirah Pustaka, yaitu approve Al-Quran Tajwid 8 warna).

Selang beberapa hari kemudian, tentunya karena jauh dan baru sekali bertemu, aku memberanikan diri untuk menelpon bidadariku. Komunikasi via telpon setidaknya 2 hari sekali terus berlanjut. (yang diomongin apa, kayaknya perlu disensor, tapi yang jelas masih nggak keluar dari batas2).

Tanggal 8 januari, orang tuaku yang berdagang batik di Jakarta setelah tanggal 1 ke Jakarta, akhirnya pulang lagi ke Pekalongan untuk 'hormat kaji'. Kebetulan nenek, paman, bude, dan saudara2 banyak yang menunaikan ibadah haji tahun ini. Mereka rencanya pulang tanggal 13 januari 2007.

Sehari di rumah, orang tuaku langsung silaturrahmi ke rumah calon mertua. Ternyata mereka membicarakan hari bahagiaku. Mengingat aku yang sudah tua (kayaknya kalau kelamaan nggak bakal laku lagi he he he), akhirnya mereka sepakat tanggal 17 akan melaksanakan akad nikah.

Bayangkan, cuma seminggu untuk mempersiapkan pernikahan, waktu yang terlalu singkat kalau tidak mau dikatakan mepet. Namun Allah Maha Memudahkan urusan, meskipun kurang seminggu akhirnya persiapan cukup juga.

Tidak banyak yang diundang, cuma 500 orang laki-laki untuk walimahan dan 500 undangan disebarkan untuk menghadiri resepsi.

Meskipun tanggal sudah ditetapkan, karena aku masih kerja aku belum pulang juga. Ibuku yang di Jakarta juga belum pulang. Ibu pulang baru tanggal 11 sedangkan aku pulang tanggal 14. (rencananya aku pulang tanggal 16, maksudnya pulang langsung besoknya nikah he hehe).

Akhirnya hari yang bahagia itu datang juga. Rabu 17 Januari 2007, acara diselenggarakan di Kompleks Pondok Pesantren Buaran Pekalongan. Selepas dzuhur jam 1 diadakan akad nikah sedangkan resepsi dilaksanakan setelahnya sampai ba'ada Ashar.

Penyerahan pihak laki-laki dibawakan oleh Drs. Ahmad Maszuki (Ketua NU Pekalongan) mewakili dari dr. Achmad Basyir (walikota Pekalongan) yang berhalangan hadir karena ada acara darurat. Selanjutnya penyerahan dari pihak wanita dibawakan oleh Syu'bah Asa (pemeran D.N Aidit), paman dari istri. Diakhiri dengan pembacaan doa semoga menjadi keluarga SAMARA.

Alhamdulillah, Ya Allah terima kasih telah menganugerahkan aku semua nikmat-nikmatmu yang tiada terhingga.

Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help