Pustaka Al-Kautsar, Penerbit yang
concern dalam dunia penerbitan buku-buku Islam, kali ini, (Senin,19 Maret 2007
pukul 14.00-16.00) menggelar acara launching dan bedah buku The Lady Di
Conspiracy di Margo City Square Depok. Acara ini menampilkan pembicara;
Indra Adil (penulis buku), W.S Rendra (Sastrawan), Anis Baswedan, M.P.M, Ph.D
(Pengamat Politik), dan dimoderatori oleh Ratih Sanggarwati.
Indra Adil, penulis buku, mengatakan
bahwa dia menulis buku ini saat mendekam di
Lembaga Pemasyarakatan Cipinang pada tahun 1997 - Februari 1998.
Tentunya kita tahu bahwa banyak karya besar yang lahir di balik terali besi.
Sebut saja misalnya Tafsir fi Dzilal Al-Qur’an yang ditulis oleh Sayyid Quthub,
Tafsir al-Azhar yang ditulis oleh Buya Hamka juga La Tahzan karya
fenomenal Aid Al-Qarni yang sebagiannya ditulis di penjara dan bagian
selanjutnya ditulis selepas dari penjara.
Anis Baswedan, Ph.D mengatakan,
terminologi Konspirasi dipakai oleh dunia pada tahun 1910 dalam konteks
ekonomi. Lulusan University
of Maryland dan Doktor dari Northern Illinois University USA ini
menceritakan betapa pengaruh Yahudi menghegemoni di dunia Barat. Ada seorang
Dekan universitas Amerika yang menulis makalah Pengaruh Loby Yahudi di Amerika.
Buku yang tebal halamannya hanya sekitar 80 an itu separuhnya berisi catatan
kaki. Ini menunjukkan bahwa buku tersebut tidak bisa dibantah lagi
kebenarannya. Ironisnya, karena ada tekanan dari Yahudi sehingga akhirnya Dekan
tersebut akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya.
Rendra juga mengungkapkan bahwa
gerakan-gerakan yang berkiblat ke Zionis ada pula di Indonesia. Bahkan, dirinya
menyatakan pernah dikejar-kejar untuk dimasukkan dan bergabung dengan gerakan
Mason. Namun, dirinya berhasil menyingkir dan menolaknya.
Membaca buku The
Lady Di Conspiracy yang diterbitkan dalam 2 edisi (lux dan standar), kita
seolah-olah disuguhi aroma zionisme yang sangat kental lengkap dengan intrik-intrik
dari kalangan zionis Yahudi untuk melenyapkan Putri Diana salah tokoh yang
tidak dikehendaki. Salah satu sebabnya adalah hubungan Diana dengan Doddy
Al-Fayed seorang miliuner Arab dan beragama Islam. Dikuatirkan jika sampai
Diana masuk Islam bisa menjadi ancaman serius terhadap dunia Barat dan Yahudi. Faktor
kedua, Putri Diana adalah tokoh wanita yang gigih menentang penghapusan ranjau
darat. Sebagai duta PBB, dia keliling dunia melakukan kampanye penghapusan program
ranjau darat. Bagi kalangan zionis inilah “dosa” yang tidak terampunkan sehingga
Diana masuk target untuk dilenyapkan.
Indra Adil
memaparkan, memang peristiwa yang terjadi tidak sepenuhnya dijamin sama seperti
yang diceritakan dalam novelnya ini. Namun, setidaknya buku ini menyingkap
fakta bahwa kaum Yahudi yang dalam Al-Qur’an diceritakan sering berbuat
kerusakan dan membunuh para Nabi memang memiliki watak asasi seperti itu.
Dalam buku yang
alur ceritanya sangat mengalir ini, di
bagian akhir buku, penulis banyak sekali mencantumkan fakta dan data tentang
gerakan Zionis. Hal ini tidak mengherankan mengingat penulis merupakan salah
satu tokoh pemerhati gerakan-gerakan zionisme.
Akhirnya, diharapkan
kehadiran buku seperti ini membuka mata masyarakat tentang bahaya gerakan
zionisme yang mengancam perdamaian dunia dan hanya berbuat kerusakan di muka
bumi.