Sore itu, jam menunjukkan pukul
16.30 tatkala aku menginjakkan kaki di studio RAS FM. Sejenak beristirahat
untuk menyiapkan materi siaran yang akan aku sampaikan. Inilah pengalaman
pertama siaran di radio.
Bukan karena ingin terkenal,
juga bukan karena ingin gaul. Tapi karena perusahaan tempat aku berkerja
meminta para editornya secara bergantian mengisi acara bedah buku di radio,
maka aku pun harus berani tampil meskipun minim pengalaman.
Sinergi antara penerbit dengan
radio merupakan kerja sama positif yang menguntungkan kedua belah pihak. Di
satu sisi, pihak radio punya acara menarik berupa bedah buku yang bisa
mendekatkan dengan audiensnya. Sementara di pihak penerbit juga diuntungkan dengan
adanya promosi yang punya jangkauan secara meluas. Selain itu, menarik audiens
untuk membeli buku yang diproduksinya lewat dialog interaktif.
Buku berjudul "Tokoh-Tokoh
Besar Islam Sepanjang Sejarah" merupakan materi yang harus aku bedah pada
sore itu. Sebelumnya, Pak Taufiq, selaku penyiar tetap di radio mempersilahkan
membacakan biodata singkatku untuk selanjutnya mengajukan pertanyaan perihal
faktor yang mendasari Pustaka Al-Kautsar menerbitkan buku tersebut. Saya jawab,
bahwa ketika kami disodori naskah buku
ini yang berbahasa Arab, kami sangat tertarik mengingat masyarakat muslim
Indonesia masih banyak yang belum mengenal tokoh-tokoh bersejarah umat Islam.
Oleh karenanya, Pustaka Al-Kautsar yang masih concern terhadap penegakkan
nilai-nilai Islam langsung menyambutnya untuk memberi pencerahan kepada umat
Islam khususnya di Indonesia. Bukan hanya itu, Pustaka Al-Kautsar juga
menerbitkan buku berjudul "Daulah Umawiyyah" yang akan dilanjutkan
dengan "Daulah Abbasiyah" untuk mengenalkan sejarah umat Islam pada
masa kejayaannya.
Demikianlah, setelah pemaparan
disusul dengan pertanyaan dan diakhiri dengan kuis, selesailah acara tersebut
dengan sukses. Ternyata, sinergi antara penerbit dan radio akan menghasilkan
manfaat bagi kedua belah pihak. Pihak radio akan dianggap oleh audiensnya
mempunyai acara "bergizi" sedangkan bagi penerbit selain mendongkrak
penjualan bukunya, juga mencitrakan bahwa mereka menerbitkan buku bukan
semata-mata bisnis, namun sebagai sarana dakwah yang dikemas secara profesional.
Wallahu A'lam.