Salah satu keistimewaan kita umat Muhammad adalah dianugerahi bulan
yang mulia yaitu bulan Ramadhan. Di bulan inilah kita diperintahkan
untuk melakukan puasa guna menjadi orang-orang yang bertakwa,
sebagaimana firman Allah swt, Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,(al-Baqarah[2]:183). Selain itu di bulan ini juga turunlah ayat pertama dari al-Qur'an yaitu firman Allah swt, Bacalah
dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah
Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan
kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(al-'Alaq[96]:1-5).
Sudah sepantasnya pada bulan ini, kita bersungguh-sungguh dalam
menjalankan amal ibadah berupa puasa, membaca al-Qur'an, tarawih,
qiyamullail, sedekah, dan ibadah-ibadah lainnya. Berpuasa
artinya tidak hanya menahan diri dari makan dan minum saja, akan
tetapi juga menahan pandangan dari melihat kepada hal-hal yang
diharamkan Allah, menjaga lisan dari perkataan yang tidak diridhai
Allah, menjaga seluruh anggota tubuh dari melakukan perbuatan yang
menyebabkan maksiat pada Allah, juga menahan amarah jangan sampai
melampiaskan kemarahan yang hal itu akan membatalkan pahala puasa.
Selain itu pada bulan Ramadhan ini, hendaknya kita banyak membaca
al-Qur'an. Karena pada bulan inilah diturunkannya al-Qur'an.
Sebagaimana firman Allah swt, Bulan
Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an
sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai
petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).(al-Baqarah[2]:185).
Artinya jangan sampai sehari saja kita melalui bulan ini tanpa bacaan
al-Qur'an. Selain membaca al-Qur'an hendaknya kita mentadabburi
maknanya, serta mengamalkan isinya. Sisakanlah waktu entah itu satu
jam ataupun setengah jam dalam sehari untuk membaca dan mentadabburi
makna al-Qur'an. Karena dengan mentadabburi makna al-Qur'an, iman
kita semakin tebal dan hati kitapun menjadi semakin tenang.
Ibadah yang hanya ada pada bulan Ramadhan adalah shalat tarawih.
Shalat tarawih sunnahnya dikerjakan dengan berjamaah. Mintalah
kepada Allah agar dalam bulan ini kita diberi kemampuan untuk melakukan
shalat tarawih sebulan penuh. Jangan sampai kesempatan untuk
melaksanakan shalat tarawih dikalahkan dengan hal-hal yang lain,
karena sungguh merugi orang yang diberi kesempatan namun dia tidak
mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Selain itu usahakanlah untuk
beriktikaf sehabis shalat tarawih, setemngah ataupun satu jam.
Karena itu akan melatih ketika kita pada saat sepuluh hari terakhir
bulan Ramadhan. Dimana pada saat itu sangat disunnahkan untuk
melakukan i'tikaf di masjid.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim
dari hadits Yahya bin Yahya bahwasanya Rasulullah apabila menginginkan
untuk melakukan i'tikaf aka beliau shalat subuh kemudian masuk ke
tempat i'tikafnya. Dan Rasulullah memerintahkan untuk didirikan
(dibuat) tempat untuk i'tikafnya, kemudian dibuatlah tempat
i'tikaf untuk Rasulullah. Rasulullah menginginkan untuk i'tikaf pada
sepuluh terakhir bulan Ramadhan, kemudian Rasulullah memerintahkan
untuk membuat tempat i'tikaf untuk istrinya Zainab lalu dibuatlah
tempat i'tikaf .....(HR Muslim, kitab i'tikaf).
Pada
Ramadhan kali ini, kita telah memasuki tahun ajaran baru perkuliahan
di al-Azhar. Alangkah baiknya kalau hari-hari yang kita lalui, kita
isi dengan menuntut ilmu di kuliah. Selain itu merupakan sarana
menuju surga juga merupakan kewajiban kita dan amanh yang kita emban
saat kita berniat untuk kuliah di Mesir. Mungkin masih lekat
diingatan kita bagaimana orang tua kita bersusah payah mencarikan biaya
untuk keberangkatan kita ke Mesir, bagaimana nasehat dari orang tua,
para guru, sanak keluarga ketika kita akan pergi ke Mesir. Mereka
semua berharap agar kita sungguh-sungguh menuntut ilmu dan mereka semua
menanti agar ketika kita pulang kelak membawa ilmu yang akan kita
ajarkan kepada masyarakat kita. Ingatlah bahwasanya kita berada di
Mesir dengan membawa amanah, amanah dari orang tua, dari keluarga,
dari masyarakat dan amanah dari Allah sebagaimana firman-Nya, Tidak
sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan
perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara
mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang
agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah
kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga
dirinya.(at-Taubah[9]:122).
Marilah kita isi Ramadhan
kali ini dengan bersungguh-sungguh meningkatkan ketakwaan kita, amal
ibadah kita sehingga kita benar-benar menjadi orang yang bertakwa di
sisi Allah. Ada baiknya saya akhiri dengan sebuah p yang berbunyi:
Dengan ilmu hidup menjadi mudah
Dengan seni hidup menjadi indah
Dengan iman hidup menjadi terarah
Dengan Ramadhan hidup menjadi barokah.
Tanta, 30 September 2005.