Blog EntryBekerja di Penerbitan BukuAug 30, '07 10:20 PM
for everyone

Alhamdulillah bulan ini aku diangkat menjadi karyawan tetap, setelah enam bulan bekerja di Pustaka Al-Kautsar. Sungguh saya tidak bisa membayangkan setelah selesai kuliah saya akhirnya bekerja di Penerbitan buku Islam. Dulu ketika kuliah memang aku sudah mulai bekerja sebagai penerjemah bahasa Arab-Indonesia secara free lance. Tapi ketika selesai kuliah, aku bayangkan akan bekerja sebagai guru atau (kalau bisa) jadi dosen.

 

Namun, kenyataan ini sama sekali tidak aku sesali, justru aku sangat bersyukur bisa bekerja di Penerbitan buku. Pengalaman di penerbitan buku sangatlah banyak. Setelah aku bekerja barulah aku tahu kenapa harga buku di Indonesia lebih mahal jika dibandingkan dengan harga buku di Mesir. Padahal Indonesia memproduksi kertas, sementara Mesir kertas masih impor. Jawabnya terletak pada cost untuk distributor dan promosi. Bayangkan, buku yang dijual di toko-toko buku besar semisal Gramedia dan Gunung Agung, sebenarnya dari penerbit cuma setengahnya. Jika buku di Gramedia dibandrol Rp.50.000,- artinya harga penerbit ke Gramedia Rp.25.000,-.

 

Di Al-Kautsar aku ditempatkan di bagian redaksi dan tugasnya mengedit naskah. Selama tujuh bulan bekerja, Alhamdulillah aku telah rampung mengedit 16 naskah, yaitu 13 naskah terjemahan dan 3 naskah karya penulis lokal. Sedangkan di luar jam kerja, terkadang aku manfaatkan untuk menerjemah buku (kalau ada order). Alhamdulillah, sejak awal tahun lalu sudah tujuh buku aku terjemahkan.

 

Bekerja sebagai editor memang melelahkan otak, apalagi jika mengedit buku terjemahan yang terjemahannya amburadul. Jadi jika di pasaran banyak buku terjemahan yang terjemahannya tidak bisa dipahami, faktor utamanya dari penerjemahnya yang tidak amanah (baca; tidak profesional). Selain itu, editornya juga harus disalahkan karena kenapa naskah amburadul tidak diperbaikinya, sehingga kualitas buku menjadi berantakan.

 

Pernah sekali aku mengalami terjemahan yang amburadul sekali. Saking amburadulnya, sepertinya naskah itu diterjemahkan oleh software penerjemah Arab-Indonesia. Tapi dari sinilah kesabaran editor ditantang, meski naskah berantakan ia dituntut untuk memperbaiki naskah itu, minimal bisa dipahami oleh pembaca. Sebab, di tempat aku bekerja belum menerapkan peraturan bahwa naskah yang berantakan akan dikembalikan ke penerjemahnya. Hanya kebijakan dari manager terhadap penerjemah seperti itu tidak akan diberi order terjemahan lagi.

12 CommentsChronological   Reverse   Threaded
nadnuts wrote on Aug 30, '07
nah...itulah letak masalahnya...pedih ya membayangkan kerja keras kita sementara toko buku mematok 50%? hiks
yasirmaqosid wrote on Aug 30, '07
nadnuts said
nah...itulah letak masalahnya...pedih ya membayangkan kerja keras kita sementara toko buku mematok 50%? hiks
Ironisnya mereka mendapatkan 50% tanpa modal. Gramedia dan toko besar lainnya bahkan melakukan pembayaran dengan sistem konsinyasi. Artinya, tanpa modal, dapat untung 50% dan buku yang nggak laku dikembalikan ke penerbit lagi. Sungguh menyedihkan!
lilblog wrote on Aug 31, '07
"Pernah sekali aku mengalami terjemahan yang amburadul sekali."

sama aja sang editor yg jadi penerjemahnya dong... ^_^
lilblog wrote on Aug 31, '07
katanya juga, yg bikin mahal itu biaya distribusinya ya mas?
bundaelly wrote on Aug 31, '07
mabruuukk...!! selamat atas pengangkatannya... btw, kapan makan2nya niy? kan tetangga kita! :)
yasirmaqosid wrote on Aug 31, '07
mabruuukk...!! selamat atas pengangkatannya... btw, kapan makan2nya niy? kan tetangga kita! :)
Bunda khan sedang sibuk mempersiapkan jamaah haji, takutnya mengganggu, jadi ya kapan-kapan-kapan :)
yasirmaqosid wrote on Aug 31, '07
lilblog said
katanya juga, yg bikin mahal itu biaya distribusinya ya mas?
Ongkos distribusi jadi mahal karena distributor minta discont sampai 50%. Selain itu ada faktor yang menjadikan buku mahal karena faktor promosi. Ada sebuah buku yang ditulis politikus dan mereka mengadakan promosi besar-besaran yang nilainya ratusan juta. Maka tidak heran kalau bukunya juga mahal
darusman wrote on Aug 31, '07
Ihiks, kalau aku 'korban' kecurangan penerbit buku yang telah membayar royalti terlalu kecil atas buku yang telah aku tulis...
yasirmaqosid wrote on Aug 31, '07
Emangnya dibayar berapa persen mbak?
Sepengetahuanku, biasanya penerbit membayar royalti 5-10 persen dari harga brutto, yaitu harga jual tertinggi atau harga sebelum buku di discount.
bundaelly wrote on Aug 31, '07
Bunda khan sedang sibuk mempersiapkan jamaah haji, takutnya mengganggu, jadi ya kapan-kapan-kapan :)
kalo buat makan-makan... ada koq waktunya. siap sedia! hehehe
*mupeng dot com*
Comment deleted at the request of the author.
yasirmaqosid wrote on Aug 31, '07
Ok dech, kapan bunda main-main ke Pustaka Al-Kautsar? Dinanti kehadirannya :)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help