Blog EntryMemulai Hidup Baru (1)Mar 6, '07 12:53 AM
for everyone
Alhamdulillah. Mungkin hanya ini yang tepat aku haturkan. Bagaimana tidak, setelah selesai kuliah di Al-Azhar, tidak lama mendapat berkah ditawari kerja di Penerbit Maghfirah. Tidak lama setelah itu, aku mendapat pendamping setia yang solehah. Bagaimana kisahnya? Ikuti tulisan selanjutnya he he he.
Setelah lama di perantuan (4 tahun di Mesir) sudah sepantasnya aku mencari pendamping hidup. Orang tua, keluarga, tetangga, kawan bahkan teman-teman chatting menyarankan aku untuk lekas mengekhiri masa bujang.
Ternyata untuk meminang bidadari bukanlah hal yang mudah. Terkadang kita sudah merasa cocok, ternyata dia nya nggak cocok. Terkadang sudah sama2 cocok, ternyata orang tua atau keluarga tidak mengizinkan.
Setelah ditawari 4 orang perawan (dan semuanya aku tolak dengan baik2 dan tidak menyakiti hati) akhirnya tiba saatku untuk memilih tawaran kelima:)
Ceritanya waktu itu Budeku yang biasa "dalailan" dan "manaqiban" punya pilihan seorang perawan baik hati untuk anaknya. Sayang, anaknya yang masih mau kerja tersebut belum mau menikah. Akhirnya bidadari itu ditawarkan kepadaku. Keesokan harinya, tanpa menunggu waktu lama, aku dan budeku main ke rumahnya dengan alasan mau pinjem foto copian ijasah manaqib. Sebelumnya aku sudah dikode, kalau memang setuju, nanti bilang ke bude ya ya ya. Kalau nggak setuju bilang ke bude "nanti dulu". Sedangkan pihak bidadari sama sekali tidak merasa kalau kepergian kami ke sana mau 'niliki'.
Setelah bude berbincang panjang lebar dengan ibu bidadari, akhirnya aku ditanya bude, "Gimana?" (tanpa menimbulkan kecurigaan sedikitpun dari pihak sana). Aku jawab ya ya ya.
Akhirnya bude langsung mengajak ibunya masuk dan 15 menit lagi keluar. Selanjutnya, bidadari dipanggil ibunya dan dijelaskan ternyata kedatangan tamu itu adalah untuk menengokmu nduk, "Kamu bersedia nggak?"
Bayangkan, cuma berkenalan tidak lebih dari 30 menit, si bidadari langsung takluk sama pangeran tampan :) Apalagi pangerannya ya nggak?
Dengan persetujuan bidadari akhirnya ibu menyampaikan bahwasanya dia juga siap menerima aku menjadi mantunya.
Alhamdulillah, tiada kata yang pantas diucapkan selain puji bagi-Nya.
Selang sehari akhirnya orang tuaku ke rumah bidadari untuk 'naleni' dan membuat janji bahwa aku mau menikah dengannya. Saat itu tanggal 24 Desember, yaitu sehari setelah perkenalanku dengan bidadariku.

neraandianti wrote on Mar 6, '07, edited on Mar 6, '07
terusannya dunk Mas
barokallah ya.... Selamat Menempuh Hidup Baru. SEmoga sakinah, mawadah, warahmah. Amin...ikut bersyukur neh
utheyabdullah wrote on Mar 6, '07
alhamdulillah.ikut seneng dengarnya.
^_^
eldrazit wrote on Mar 6, '07
Selamat deh, untuk keberhasilan memulai kehidupan barunya. Semoga dalam kehidupan barunya nanti Alloh selalu memberikan kemudahan dalam hal apapun.
indrayogi wrote on Mar 6, '07
Subhanallah.....ditunggu kisah selanjutnya ya :)
zuh86 wrote on Mar 9, '07
selamat ya! semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. salam kenal
yasirmaqosid wrote on Mar 9, '07
Terima Kasih. Semoga bukan hanya menjadi keluarga di dunia tapi juga kekal sampai Alam Akhirat.
sketsa75 wrote on Nov 27, '07
Mesra sepanjang usia.....hmmm...hmmmnn......
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help