Blog EntryAyat-ayat Cinta; Poligami yang Dipuji dan DicaciApr 3, '08 10:41 PM
for everyone










Film ayat-ayat cinta sungguh fenomenal, terutama bagi bangkitnya dunia perfilman dengan napas Islami. Setelah film ini booming, para pekarya perfileman mulai melek dan berusaha untuk membuat film dengan latar Islami. Tercatat ada Chaerul Umam yang akan menyutradarai film yang diangkat dari Novel “Ketika Cinta Bertasbih” karya dari penulis Novel “Ayat-ayat Cinta” Kang Abik. Juga ada Hanung yang kabarnya akan menyutradai kisah perjalanan pendiri Ormas Muhammadiyah, Kyai Ahmad Dahlan.

Namun, sebenarnya ada misi “istimewa” selain dari sekadar tontonan yang menyentuh hati. Di situ ada cerita poligami Fahri yang tidak diributkan oleh para penonton, bahkan para ibu-ibu yang pernah “menghujat” Aa Gym sekalipun. Tidak terdengar nada minor dari ibu-ibu seusai menyaksikan drama poligami Fahri yang “terpaksa” harus memadu Aisyah dengan Maria. Kenapa sepertinya kaum hawa tidak mempermasalahkan Poligami Ala Fahri, sementara—terkadang—membabi buta menghantam Poligami Aa Gym? Apakah karena Fahri adalah Tokoh Fiksi, sementara Aa Gym adalah Tokoh Religi yang ada dalam kehidupan nyata? Terlepas dari fiksi atau non realiti rasanya Poligami Fahri terasa lebih manusiawi dan dapat diterima dengan nurani daripada Poligami saat Aa saat menyunting Teh Rini.

Pertama, Poligami Fahri dilakukan atas permintaan istri pertama dan tanpa ditutup-tutupi, sementara Poligami Aa baru dipublikasikan setelah tiga bulan usia pernikahannya (meskipun menurutnya istri pertama sudah tahu) dan ada usaha untuk menutupinya dari sorotan media.

Kedua, Poligami Fahri karena niat suci untuk menolong menyelamatkan nyawa seorang gadis yang tergila-gila kepadanya, sementara Poligami Aa terkesan untuk “menolong” dirinya sendiri dari perbuatan zina.

Ketiga, Setelah berpoligami Fahri justru takut dirinya tidak bisa berbuat adil terhadap kedua istrinya, bahkan dia sempat curhat kepada temannya. Padahal, Fahri adalah seorang Mahasiswa Al-Azhar yang sudah menyelami samudra ilmu agama yang sangat dalam. Sedangkan setelah berpoligami Aa Gym yang mengcounter para pendemonya menyatakan bahwa mereka yang meributkan poligaminya adalah orang yang kurang ilmu, seakan-akan Aa menyatakan bahwa dirinya sudah “pasti bisa adil” karena sudah punya ilmunya.

Terlepas dari itu semua, yang patut diacungkan jempol adalah film ini menyajikan poligami yang sebenarnya masih kontroversi dengan kondisi yang manusiawi, sehingga dapat diterima oleh orang yang anti poligami sekalipun. Inilah dakwah bil hikmah (dengan cara yang bijak)  sehingga mampu memasukkan inti tanpa menimbulkan riak-riak yang berarti.

 

Adik kelas Kang Abik

di Universitas Al-Azhar

 

 

 


10 CommentsChronological   Reverse   Threaded
eljowo wrote on Apr 4
ulasan yg menarik kang
makasih artikelnya juga foto poligaminya Aa Gym
hehehe
dewacint4 wrote on Apr 4
weheheheh
duh
si Fahri yg kanan lebih keren :)
mzenmzen wrote on Apr 4
Ok Mas Yasir,
Ulasannya sangat bagus dan tepat sekali.
Dakwah Bil Hikmah memang jauh lebih bagus, dibanding dakwah dengan kata-kata.
Sukses Selalu
yasirmaqosid wrote on Apr 4
Ok Mas Yasir,
Ulasannya sangat bagus dan tepat sekali.
Dakwah Bil Hikmah memang jauh lebih bagus, dibanding dakwah dengan kata-kata.
Sukses Selalu
Sukses juga untuk Pak Zen, ditunggu karya-karya terbarunya
yasirmaqosid wrote on Apr 4
eljowo said
ulasan yg menarik kang
makasih artikelnya juga foto poligaminya Aa Gym
hehehe
Foto poligaminya Aa kebetulan nyari juga di google dan ketemu yang ini.
sarqina wrote on Apr 4
afwan...sal tumpang baca kerana adikku si dewacinta ini. ternyata ...apa yang dimaksudkan itu amat mendalam juga dengan pengertian dalam membentukkan sifat keadilan dalam poligami. tapi ternyata kita ini hamba hamba Allah sukar untuk menjejaki cara poligaminya Rasulullaah s.a.w. sesungguhnya sal ingin menambah dalam pengertian sal tentang poligami, poligami sekarang hanya kerana nafs dan ada pula kerana niat yang lain tidak sperti yang dilakukan Rasulullaah s.a.w. jadikan Ayat2 Cinta yang Azali dan Indah bukan hanya cetusan dari bibir sahaja tapi dari hati yang tulus.. benarkan mas. terima kasih ya... tulisannya bagus banget.. alhamdulillaah...syukran jaziilan. salam kenal dari singapura. salbiah sirat/sarqina
sketsa75 wrote on Apr 5
Aa Yasir niat poligami juga ya??? Hehheheee......
batikpekalongan wrote on Apr 5
Kayaknya begitu ya Mas Yasir?
putribintaro wrote on Apr 6
Saya sangat setuju mas,.maaf ikut membaca karena sungguh menarik.
Terlepas memang film ini bisa menuang Poligami secara halus,..tetapi betul sprti mas bilang, bahwa memang kesederhanaan dan kerendahan hati si Fahri akan poligami itu sendiri,membuat kaum wanita,serta ibu-ibu memakluminya.
ditunggu ulasan2 nya lagi mas !
yasirmaqosid wrote on Apr 7
Wah, kalau saya jangankan poligami, diberi tanggung jawab satu istri aja belum bisa beres, gimana kalua dua, tiga, dan empat istri.
Gak kebayang repotnya.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help