Blog EntryWalikota yang MerakyatMay 5, '08 4:31 AM
for everyone

Rasanya tidak salah warga Pekalongan memilih dr. Basyir Achmad sebagai walikota tahun 2005-2010.  Jiwa sosialnya untuk membangun Kota Pekalongan bukan hanya slogan saja.  Tidak seperti kebanyakan cawali yang hanya mengusung isu dan menjual mimpi, Basyir Achmad benar-benar melakukan perubahan meskipun belum seratus persen berhasil.

Salah satunya adalah program perumahan bagi warga di sekitar Laut Slamaran. Dia tidak serta merta menggusur warga yang tinggal di daerah tersebut untuk kemudian dikasih janji akan dibangunkan rumah. Akan tetapi, sebelum warga direlokasi, Basyir telah menyediakan perumahan bagi mereka. Uniknya lagi, perumahan tersebut tidak ditenderkan, akan tetapi dibangun sendiri oleh warga yang akan direlokasi. Mereka mendapatkan bantuan uang sebesar 2 juta dari Pemda, dan pinjaman sangat lunak untuk digunakan membangun rumah sederhana. Warga pun membangun rumah dengan sebenar-benarnya, tidak seperti developer yang membangun rumah namun hanya bertahan setengah tahun. Sebab warga sadar, bahwa rumah itulah yang akan dihuninya.

Proyek ini terbilang berhasil, karena setelah perumahan jadi, warga baru pindah dan kawasan sekitar Laut Slamaran benar-benar bersih. Bandingkan dengan yang dilakukan Pemkot Jakarta yang menggusur warganya tanpa memikirkan kemana mereka akan tinggal. Padahal, Jakarta sudah “dipegang” oleh “Ahlinya”.

Salah satu bukti sosialnya saya saksikan langsung, yaitu ketika ayah saya menelpon Pak Walkot yang sedang berada di Jakarta untuk menengok warganya yang sedang sakit. Pak Walkot yang saat itu masih memakai kaos dan sendal jepit ke tempat kost saya, dimana si sakit sedang terbaring. Pak Walkot kemudian memberikan resep obat generik dan tidak beberapa lama meminta izin karena ada urusan seminar di Jakarta.

Jika di Indonesia punya walikota-walikota seperti beliau, saya yakin negeri ini akan cepat bangkit dari keterpurukan menuju negara yang benar-benar makmur.

 


eljowo wrote on May 5
salut nih sama pak walikota
kirim salam ya kang
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help